Sabtu, 02 Maret 2013

Melompat Lebih Tinggi



"T.E.A.M = Together Everyone Achieves More/Bersama semua orang mencapai yang lebih baik."


gambar diambil dari sini

Kangen sekangen-kangennya permainan yang satu ini.Ya,main karet.Kalau nama umumnya ‘lompat tali’,aku menyebut namanya ‘main karet’ karena istilah tersebut lebih terkenal di daerah asalku.Terus,di masa kecilku memang permainannya menggunakan karet gelang yang dipilin,pastinya karet yang dibutuhkan sangat banyak jumlahnya.Nah,aku bakal menceritakan sedikit tentang memori ‘main karet’ ku..

Masa Sekolah Dasar adalah masa yang sarat dengan bermain-main bersama teman-temanku dulu. Aku awalnya belum mengerti main karet karena susah amat -_- tapi berkat teman-teman yang selalu mengajarku bagaimana melompat,akhirnya aku bisa,mulai dari lompatan lambat hingga bisa melompat lebih cepat.Cuma itu aja teknik permainnya : melompat kalau tali karet berayun di bawah kedua kaki. Saat aku yang menjadi pelompat,maka dua orang temanku yang jadi pengayun talinya.Suatu ketika aku melompat,kedua temanku mengayun sangat kencang,nah disitu aku kewalahan,kok kencang amat ya..akhirnya tali itu tersangkut di kakiku. Kalah deeehhhh...heheheheh oh iya,main karet yang satu ini ada dua cara: cara sendiri (perorangan) dan cara berkelompok. Aku senangnya cara berkelompok,karena dengan cara ini,rasa kerja sama yang baik timbul,sehingga permainan terasa menyenangkan..

Jenis lompat tali yang aku maksud di atas adalah jenis skipping. Ada lagi jenis lompat tali lain,namanya lompat tali merdeka. Ini juga pernah aku mainkan dengan teman-teman masa kecil,bedanya dengan skipping adalah teknik lompat merdeka yang mengharuskan seorang pelompat untuk melompat setinggi mungkin. Kemudian,tali karet yang digunakan bukan diayunkan,tapi diregangkan dalam posisi diam dan ujung tali karet diletakkan di atas kepala,dagu,dan bahu.



gambar diambil dari sini


Ternyata,main karet punya manfaat positif,antara lain:
1. Motorik kasar
Main lompat tali merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh. Secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan sendiri. Lama- lama, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh menjadi cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Selain melatih fisik, mainan ini juga bisa membuat anak – anak mahir melompat tinggi dan mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Lompat tali juga dapat membantu mengurangi obesitas pada anak.

2. Emosi
Untuk melakukan suatu lompatan dengan ketinggian tertentu dibutuhkan keberanian dari anak. Berarti, secara emosi ia dituntut untuk membuat suatu keputusan besar, mau melakukan tindakan melompat atau tidak. Dan juga saat bermain, anak – anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa dan bergerak.

3. Ketelitian dan Akurasi
Anak juga belajar melihat suatu ketepatan dan ketelitian. Misalnya, bagaimana ketika tali diayunkan, ia dapat melompat sedemikian rupa sehingga tidak sampai terjerat tali dengan berusaha mengikuti ritme ayunan. Semakin cepat gerak ayunan tali, semakin cepat ia harus melompat.

4. Sosialisasi
Untuk bermain tali secara berkelompok, anak membutuhkan teman yang berarti memberi kesempatannya untuk bersosialisasi sehingga ia terbiasa dan nyaman dalam kelompok. Ia dapat belajar berempati, bergiliran, menaati aturan dan yang lainnya.

5. Intelektual
Saat melakukan lompatan, terkadang anak perlu berhitung secara matematis agar lompatannya sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dalam aturan permainan. Umpamanya, anak harus melakukan lima kali lompatan saat tali diayunkan, bila lebih atau kurang ia harus gantian menjadi pemegang tali. Anak juga secara tidak langsung belajar dengan cara melihat dari teman – temannya agar bisa mahir dalam melakukan permainan tersebut.

6. Moral
Dalam permainan tradisional mengenal konsep menang atau kalah. Namun, menang atau kalah tidak menjadikan para pemainnya bertengkar, mereka belajar untuk bersikap sportif dalam setiap permainan. Dan juga tidak ada yang unggul, karena setiap orang punya kelebihan masing – masing untuk setiap permainan, hal tersebut meminimalisir ego di diri anak-anak

Ga nyangka aku udah remaja. Terimakasih buat masa kecil dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Terimakasih sudah mengajariku apa arti kerjasama melalui permainan ini. Ini akan jadi kenangan yang ga akan terlupakan..

Las Sintya Christy L



0 komentar:

Posting Komentar

 

T.O.G.E.T.H.E.R Copyright © 2011 Designed by T.O.G.E.T.H.E.R web hosting