Selasa, 05 Maret 2013

Coba Tangkap Aku

 "Dengan bersama-sama, semuanya akan jadi mudah."


"Angkat tangan!"

Beberapa orang menuruti kata-kataku. Rasanya sudah lama sekali aku mengejar sekelompok bandit ini. Tapi, mereka selalu lolos dari kejaran. 

Kali ini, mereka tidak bisa lari.

Aku keluarkan senjata dari kantungku lalu mulai berbicara lagi dengan mereka.

"Di mana tawanan yang kalian sembunyikan?"

Mereka hanya diam dan memasang wajah takut. 

"Kalian diam? Kalau begitu maafkan saya," kataku sambil mengarahkan senjata ke mereka.

"Kalian kalah...."

***

Itu tadi adalah sedikit bayangan tentang permainan yang sering aku mainkan dengan teman-teman. Biasanya setelah asar, kami berkumpul di satu lapangan dekat rumah dan mulai berdiskusi ingin main apa. Tapi tetap, aku menyukai permainan ini.

Mereka menyebutnya, "Polisi Bandit."

Bermain polisi bandit adalah hal yang menyenangkan. Mungkin karena dulu anak-anak seusiaku cukup banyak dan sering berkumpul di lapangan itu, jadi bermain polisi bandit menjadi lebih seru. 

Kami akan dibagi dalam dua grup. Polisi dan Bandit. Biasanya ada yang sukarela untuk menjadi polisi, namun tak jarang ada yang ingin menjadi bandit. Sebenarnya tidak ada peraturan resmi. Kedua tim saling mengejar satu sama lain.

Polisi akan mengejar bandit dan bila bandit dalam keadaan sendirian, maka ia akan dimasukkan ke dalam 'penjara' hingga menunggu teman lain menyelamatkan. Sebaliknya, jika polisi yang berjaga hanya satu, sang bandit bisa dengan mudah menangkap dan menjadikan polisi sebagai tawanan.

Hal yang seru dari permainan ini adalah kita bisa bekerja sama dengan teman-teman lain untuk mencari celah agar sang polisi sendirian lalu menangkapnya dengan cepat. Kalau aku sih, dulu, lebih suka menjadi bandit karena kebanyakan yang milih bandit. Kan seru tuh dikejar-kejar. Apalagi oleh cewek polisi.

Saya bercerita, mana ceritamu?

Bimo Rafandha

 
gambar diambil dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

T.O.G.E.T.H.E.R Copyright © 2011 Designed by T.O.G.E.T.H.E.R web hosting