"Kebersamaan adalah tentang kerjasama."
Hai, aku mau cerita nih waktu
masih seumuran Sekolah Dasar, aku sering bermain dengan teman sekampung,
permainan ini namanya cat-catan (tidak dibaca ket), dibaca cat karena permainan ini memang dari daerah sunda, hehe .
Permainan ini dimainkan oleh 2 kelompok dengan jumlah pemain minimal 8 orang, Saat permainan dimulai 1 kelompok pertama (sebut saja kelompok A) berlari untuk mencari tempat persembunyian dengan mempunyai tugas bertahan, dan 1 kelompok lainnya (sebut saja kelompok B) menunggu hingga kelompok A selesai bersembunyi yang biasanya dengan adanya teriakan “OOOLIEELIEEEEE....!” dari kelompok A. Setelah ada teriakan tersebut maka kelompok B mulai berpencar untuk menemukan kelompok A.
Permainan ini dimainkan oleh 2 kelompok dengan jumlah pemain minimal 8 orang, Saat permainan dimulai 1 kelompok pertama (sebut saja kelompok A) berlari untuk mencari tempat persembunyian dengan mempunyai tugas bertahan, dan 1 kelompok lainnya (sebut saja kelompok B) menunggu hingga kelompok A selesai bersembunyi yang biasanya dengan adanya teriakan “OOOLIEELIEEEEE....!” dari kelompok A. Setelah ada teriakan tersebut maka kelompok B mulai berpencar untuk menemukan kelompok A.
Syarat dari permainan ini adalah antara semua pemain harus mengetahui semua pemainnya. Karena apabila menemukan salah satu kelompok musuh maka orang yang menemukan itu harus menembak dengan menyebut kata “CAT *****” (* nama pemain lawan) sambil menunjuk, misal : “CAT ERISS..!” . Apabila sang penembak menyebutkan nama lawannya dengan benar maka lawan yang tertembaknya tersebut otomatis keluar dari permainan. Tetapi apabila yang menembak itu salah dalam menyebut nama lawannya maka orang yang ditembak berhak untuk menembak balik pemain tersebut,yang membuat si penembak pertama harus keluar dari permainan. Nah, disaat inilah masing masing kelompok memerlukan kerjasama antar pemain. Antar pemain harus bisa saling melindungi dari serangan lawan. Biasanya satu kelompok tersebut saling bertukar pakaian, sandal, sarung, dll untuk menipu pihak lawan.
Satu kelompok dikatakan menang jiga bisa menembak semua pemain lawan. Setelah selesai ronde pertama maka permainan diputar giliran, dengan giliran kelompok B yang mencari tempat untuk sembunyi.
Permainan ini biasanya dilakukan pada malam hari setelah selesai shalat maghrib dan mengaji qur’an di mesjid.


